[ROUTER] Pengertian, Fungsi, Jenis, Dan Cara Kerja [99,9% LENGKAP]

Posted on

TutorialServis.Com | Pada kesempatan kali ini tutorialservis akan membagikan tutorial tentang pengertian router, fungsinya, jenis-jenis dan cara kerjanya. Pastikan anda membacanya agar mengetahui apa sebenarnya router dengan selengkap-lengkapnya.

Pengertian, Fungsi, Jenis, Dan Cara Kerja Router

PENGERTIAN ROUTER

Router adalah Perangkat Jaringan yang berguna untuk menghubungkan jaringan 1 dengan jaringan lainnya dalam sebuah sistem network. Baik yang masih dalam 1 jaringan atau jaringan yang berbeda, seperti yang menggunakan topologi Bus, Star, atau Ring. Router harus memiliki minimal 2 network interface atau antarmuka untuk saling berhubungan.

Loading...
pengertian, fungsi, jenis dan cara kerja router
sumber: internet

Router mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan internet yang disebut dengan routing. Proses Routing terjadi pada lapisan 3 (yaitu sebuah lapisan seperti internet protokol) yang berasal dari stack protokol tuju lapis OSI.

Secara umum router adalah penghubung antara dua atau lebih jaringan yang bertujuan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.

Alat ini dipakai dalam network yang berbasis protokol IP atau yang disebut IP Router. Router juga dapat digunakan dalam mengbungkan jaringan yang kecil ke dalam jaringan yang lebih besar, atau yang mudah disebut internetwork. Bisa juga untuk membagi dalam jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork yang tujuannya untuk meningkatkan kinerja.

Selain itu Router dapat dipakai dalam menghubungkan Jaringan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi layaknya telekomunikasi leased line/digital subscriber line (DSL).

FUNGSI ROUTER

Router berfungsi melakukan proses routing, yaitu proses router membagikan rute-rute informasi atau jalur sehingga sebuah jaringan bisa sampai kepada user atau pengguna. Contoh simpelnya adalah dalam sebuah kantor atau sebuah instansi ada satu server yang menjadi pusat network dengan beberapa komputer lain yang menjadi user atau client. Maka harus digunakan router untuk memberikan rute dari pusat menuju user.

Jaringan ini nantinya akan langsung menuju komputer user atau menuju perangkat yang terhubung dengan router seperti Hub, Modem, Acces Point, Switch dll.

Secara spesifik fungsi dari router adalah untuk membagi dan mendistribusikan IP addres secara statis atau dinamis kepada semua komputer yang dihubungkan ke router. Dengan adanya IP addres pada router yang dibagikan kepada semua komputer ini dapat menjadikan setiap komputer terhubung satu sama lain dan dapat melakukan komunikasi dalam Jaringan LAN atau internet.

Semakin berkembangkan kemajuan teknologi, router sudah lebih modern dan canggih dalam penggunaannya. Dalam mendistribusikan alamat IP addres untuk semua komputer dalam jaringan, router tidak hanya bisa menghubungkan dengan sambungan kabel LAN, tetapi juga dapat menggunakan teknologi wireless.

Dengan begitu, router pada jaman sekarang bisa dihubungkan dengan setiap komputer, laptop, smartphone yang tentunya berada dalam jangkauan sinyal router.

JENIS-JENIS ROUTER

Router memiliki beberapa jenis yang dapat dibedakan berdasarkan mekanisme cara kerjanya. Secara mekanisme router dapat bekerja sama dengan dua cara, yaitu statis dan dinamis. Hal ini yang membedakan jenis router yaitu antara router static dan dynamic router.

Secara Umum Router memiliki beberapa jenis seperti yang dijelaskan dibawah ini:

A. Router Berdasarkan Mekanisme Kerjanya

Jenis router yang pertama adalah berdasarkan mekanisme kerjanya. Router dapat bekerja berdasarkan dengan nama tabel routing. Tabel routing mampu memberikan perintah dan mengkomando untuk bekerja.

Secara Mekanis, router bisa bekerja sama atau berkolaborasi dengan tabel routing dalam dua cara. Cara pertama adalah statis, lalu yang kedua dinamis. Kedua cara tersebut dapat dikategorikan ke dalam dua jenis router antara lain yaitu Router Statis (static router) dan Router Dinamis (dynamic router). Dibawah ini adalah penjelasan dari dua jenis yang telah disebutkan.

  1. Router Statis (static router)

    Router Static adalah router yang memiliki kabel routing statis yang diatur secara manual oleh administrator jaringan.

    Mekanisme didalam proses routing terdiri dari berbagai proses, yang melibatkan sebuah tabel routing. Menggunakan router statis, proses routing pada router diadministrasikan dengan manual yang dilakukan oleh seorang administrator.

    Segala bentuk routing melalui tabel routing menjadi tanggung jawab administrator, dari membuat jalur atau rute, menghapus rute, memindahkan ruter, dan lain sebagainya.

    Administrator juga memegang peranan penuh terhadap permission atau ijin yang ada pada router tersebut.

    Kelebihan Menggunakan Router Statis
    – Kelebihan menggunakan router statis adalah adanya administrator, dimana administrator dapat memilih ruter yang boleh dilalui dan tidak boleh dilalui. Ini membuat proses routing dapat dilakukan secara nyata oleh administrator
    – Proses routing dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, lalu bisa dilakukan sewaktu-waktu, tanpa ada syarat tertentu
    – Menggunakan tabel routing pada router statis membuat administrator mudah dalam melakukan proses routing.
    – User atau pengguna dapat melakukan permintaan atau request terhadap akses routing dari seorang administrator, sehingga tidak bergantung dari proses routing.

    Kekurangan Menggunakan Router Statis
    – Administrator harus paham mengenai sistem dan juga perintah/comand terhadap tabel routing
    – Harus seorang ahli jaringan yang sudah mempunyai banyak pengalaman dalam bidang routing agar routing statis dapat bekerja dengan optimal
    – Kemampuan administrator dalam membuat tabel routing baru sangat diperlukan, terutama ketika harus menghapus atau dalam menambah jalur routing.
    – Tidak support dalam sebuah jaringan yang sibuk, luas dan banyak digunakan oleh User atau pengguna.

  2. Router Dinamis (dynamic router)

    Adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel router secara dinamis, dengan maksud mendengarkan lalu lintas network dan juga saling berhubungan dengan router lainnya.

    Mekanisme kerja router dinamis akan bekerja sendiri, mengerjakan apa yang sudah diperintahkan oleh seorang administrator. Router dinamis akan melakukan routing ke user yang telah ditentukan, melewati rute yang sudah ditunjuk, menghapus jalur yang tidak terpakai, membuat rute routing baru ke pengguna baru, tidak menerima akses routing ke pengguna tertentu.

    Sebuah router dinamis tetap membutuhkan seorang administrator. Namun tugas administrator tidak sesibuk pada administrator router statis. Ketika router menghapus sebuah rute, makan router dinamis akan membuat tabel routing sendiri yang baru, hal ini dilakukan secara otomatis masuk ke dalam tabel routing yang baru.

    Kelebihan Menggunakan Router Dinamis
    – Praktis dan lebih efisien karena router dinamis bisa bekerja secara otomatis
    – Kerja seorang administrator lebih ringan dan mudah, dan seorang administrator tidak harus mengerti pembuatan tabel routing.
    – Sangat mendukung digunakan untuk kebutukan jaringan yang besar, luas dan sibuk.

    Kekurangan Menggunakan Router Dimanis
    – Sebuah router dinamis bekerja secara otomatis, hal ini membuat kita tidak bisa mengkontrol kemana jaringan akan pergi.

  3. Wireless Router

    Wireles Router bekerja tidak berdasarkan router statis ataupun router dinamis. Router wireless bekerja tanpa kabel dan menghandalkan sambungan wireless yang menggunakan media udara. Penggunaan wireless router pada jaman sekarang sangat banyak karena memberikan kemudahan dalam pengorepasiaannya.

    Kelebihan Menggunakan Wireless Router

    – Bisa bekerja baik sebagai router statis atau router dinamis
    – Tidak membutuhkan kabel sehingga mudah dalam instalasi dan tanpa ribet
    – Dapat dijadikan Access Point, sehingga memudahkan tersambung dengan laptop dan perangkat komputer atau perangkat lain yang menggunakan wifi.
    – Bisa diletakkan dimana saja
    – Cukup 1 modem untuk beberapa komputer user

B. Berdasarkan Pengaplikasiannya

Selain berdasarkan Mekanismenya, router terbagi menjadi 3 bentuk lain. Yaitu berdasarkan pengaplikasiannya. Mari kita lihat apa saja tiga bentuk tersebut.

  1. Router Fisik/ Hardware

    Router fisik atau router hardware adalah jenis router yang paling umum digunakan. Router ini memiliki bentuk secara fisik dan nyata, bentuknya sama seperti hub atau modem, tentu dengan banyak port untuk kabel LAN dan peletakkannya di tempat yang menjadi pusat atau sentral.

    Jenis router ini adalah yang paling banyak digunakan karena kemampuannya yang besar dalam proses routing dengan baik.

  2. Router Software

    Yang kedua adalah router software. Yaitu sebuah program atau aplikasi yang bisa membuat komputer menjadi router. Router software merupakan sebuah software yang bisa di tanamkan pada sistem operasi komputer, seperti sistem operasi Windows, Linux atau bisa juga Mac OS.

    Menggunakan router jenis ini dapat membuat sebuah komputer untuk dijadikan sebuah router selain dioperasikan sebagai komputer secara umumnya. Kekurangan nya adalah fungsi routingnya tidak setangguh menggunakan router fisik. Contoh software router adalah WinRouter, Soygate, WinGate dll.

  3. Router PC

    Perbedaan Router PC dengan router software adalah jika router software dapat membuat komputer menjadi sebuah router, tetapi router pc adalah sebuah router yang khusus ditanam dan di instal pada PC, sehingga fungsi PC tersebut hanya bisa digunakan sebagai router saja.

    Penggunaan router pc pada sekarang ini sudah jarang, namun jika ingin membuat router pc cukup membutuhkan spesifikasi rendah seperti Pentium 3, RAM 128 dan hardisk 15 GB.

CARA KERJA ROUTER

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa secara umum router berfungsi membuat rute atau jalur dari informasi. Maka ketika router melakukan proses routing perangkat ini tahu kemana rute informasi akan disalurkan, apakah untuk satu nerwork yang berada dalam jaringan yang sama atau berada dalam network yang berbeda.

Jika informasi ditujukan kepada network lain maka router akan meneruskan ke network tersebut. Sebaliknya, jika informasi ditujukan untuk network yang sama dalam satu jaringan maka router akan menghadang informasi keluar jalur.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerja Router. Semoga menambah Pengetahuan dalam bidang jaringan dan dapat bermanfaat.

Baca Juga:

Loading...